728x90 AdSpace

Update
Diberdayakan oleh Blogger.
Jumat, 28 Agustus 2015

11 Kebiasaan Di Jepang yang mungkin kita anggap Tak lazim

Berencana menghabiskan liburan ke Jepang? Tunggu dulu. Sebelum pergi ke negeri sakura tersebut, sebaiknya kamu harus tahu beberapa tradisi atau kebiasaan di sana yang mungkin terbilang aneh buat orang kita, tapi jamak dilakukan di sana.
Kalau cuma membungkuk saat mengucapkan salam, atau membuka sepatu saat masuk ke dalam rumah mungkin sudah sering kamu ketahui. Bagaimana dengan kebiasaan mendorong orang di kereta atau tidur di penginapan yang tak lebih besar dari bak mobil pick up?
1. Menyeruput makanan adalah perilaku yang sopan
           

Menyeruput mie atau makanan jenis lainnya adalah ungkapan atau tanda kamu menikmatinya. Nah, tradisi ini ternyata berasal dari sesuatu yang praktis, dimana saat menyeruput ramen yang panas membuatnya sedikit lebih dingin sehingga lidah tidak akan kepanasan.


2.Sandal dimana-mana.


Saat memasuki rumah, kuil, restoran atau gedung apapun, orang-orang harus melepas sepatu. Imbasnya, Kamu akan menemukan banyak sekali sandal.


3. Ada orang yang akan mendorong kamu ke dalam kereta yang penuh berdesakan.


Tak perlu khawatir, mereka bukan orang jahat kok. Mereka memang bertugas untuk mendorong banyak orang ke dalam kereta yang penuh sesak di saat jam padat supaya tidak ada yang terjepit pintu.


4. Angka 4 sangat dihindari di Jepang.


Angka 4 sangat dihindari. Kenapa? Kata dalam bahasa Jepang untuk 4 sama artinya dengan 'kematian'. Aktifitas menghindarinya dikenal dengan sebutan "tetraphobia," sama seperti angka 13 di sebagian kawasan Asia.

- Di Jepang, angka 4 dan 9 tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar 4 dan 9.
4 dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”,
sedang 9 dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara.
- Orang Jepang menyukai angka “8?. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8?. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).


5. Makan sambil berjalan dinilai jorok atau ceroboh.


Di negara kita, makan sambil jalan dan ngobrol ngalor ngidul mungkin sudah menjadi hal yang lumrah. Tapi di Jepang, kebiasaan ini dinilai sebagai perilaku jorok dan ceroboh.


6. Memberi Tips = menghina dan kasar.

Meninggalkan uang tips saat meninggalkan restoran bagi sebagian orang dianggap sebagai bentuk penghargaan atas layanan yang mereka berikan. Namun jangan salah, di sebagian Jepang, tindakan ini kerap dianggap sebagai hal kasar bahkan dianggap mengejek.


7. Capsule hotel.


Yups, benar-benar ada. Biasanya dipakai oleh kalangan bisnis yang kerap bepergian. Atau orang yang sering begadang atau ketinggalan kereta menuju rumah.


8. Orang 'mungkin' akan memanfaatkan bahu kamu sebagai bantal di kereta.


Ini adalah praktek yang bisa diterima di sana. Kadang tidak disengaja, tapi saat kelelahan kadang orang terlelap dan kepalanya mendarat di bahu kamu.


9. Meniupkan ingus atau hidung di tempat umum adalah perilaku kasar atau kurang sopan.


Meniupkan hidung di depan umum dianggap jorok. Lakukan di tempat yang lebih privat seperti toilet dan lain-lain.


10. Selalu bawa hadiah untuk tuan rumah


Diundang seseorang di Jepang adalah kehormatan. Kamu harus menyikapinya dengan membawa hadiah jika diundang di sana.


11. Jangan mengisi sendiri gelas kamu.


Saat minum, jangan isi sendiri gelas kamu. Orang lain akan dengan senang hati mengisikannya untuk kamu.


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

1 komentar:

Item Reviewed: 11 Kebiasaan Di Jepang yang mungkin kita anggap Tak lazim Rating: 5 Reviewed By: Unknown