728x90 AdSpace

Update
Diberdayakan oleh Blogger.
Selasa, 08 September 2015

9 Fakta DC Extended Universe


Konsep semesta film layar lebar ciptaan Marvel yang lahir di 2008 silam telah tumbuh menjadi fenomena baru di dunia perfilman saat ini. Mengusung nama Marvel Cinematic Universe, konsep mengaitkan cerita film “A” dengan film “B” ini akhirnya sukses besar hingga akhirnya memotivasi beberapa studio Hollywood lainnya untuk mencoba hal yang sama. Sebut saja Universal, Fox, Sony hingga Warner Brothers.

Studio yang terakhir ini mungkin adalah yang paling berpotensi menggoyahkan hegemoni Marvel. Berbekal film-film superhero menarik berbasis DC Comics yang siap dirilis mulai 2016 hingga 2020, Warner Bros. akhirnya memantapkan langkahnya untuk menciptakan semesta film miliknya yang dinamai DC Extended Universe.

Batman v Superman dan Suicide Squad menjadi dua dari sekian banyak film yang memperkuat DC Extended Universe selama beberapa tahun ke depan. Ya, rencana ambisius ini tentunya membuat kita tertarik untuk mengetahui lebih dalam seperti apa DCEU dan sembilan hal ini siap menjawabnya:


1) Ada Dua Macam Film Justice League




Layaknya The Avengers, Justice League adalah tim superhero terkuat yang terpanggil untuk menghentikan ancaman berskala super masif yang membahayakan keselamatan umat manusia di muka bumi. Untuk Justice League Dark sebenarnya terbilang mirip karena mereka juga penyelamat dunia. Bedanya, tim ini beranggotakan pahlawan berkekuatan supernatural yang beraksi secara rahasia dalam meringkus villain yang juga berkekuatan supernatural. Dan, kehadiran Justice League Dark semakin diperhitungkan sebab hanya merekalah yang mampu mengatasi kejahatan berbau supernatural.

Meski dikembangkan New Line Cinema, film Justice League Dark dipastikan tetap eksis di DC Extended Universe milik Warner Bros.. Naskahnya sendiri ditulis Guillermo Del Toro dan mengusung tim yang beranggotakan Swamp Thing, Madame Xanadu, Deadman, Zatanna dan Constantine. Awalnya Del Toro terpilih jadi sutradara sebelum konflik jadwal memaksanya untuk mundur.

Tak seperti saudaranya, proses pengembangan film Justice League Dark berjalan cukup lambat. Namun dengan keputusan Warner Bros. menyerahkannya pada New Line, penggarapan Justice League Dark diharapkan dapat melaju cepat.


2) Seleksi Naskah untuk Film-Film DC




Ada satu cara terdengar anti-mainstream yang digunakan Warner Bros. dalam menggeber beberapa film DC, termasuk Aquaman. Dikabarkan studio ini memanggil para penulis skrip untuk menulis naskah yang berbeda-beda sesuai kreativitas masing-masing. Setelahnya, naskah ini diseleksi untuk menentukan mana yang terbaik untuk digunakan dalam film. Uniknya, kalaupun semua naskah ini berhasil membuat para produser terkesan, maka semua naskah ini akan dikombinasikan menjadi naskah baru.

Seorang sumber mengatakan cara ini ibarat melempar kotoran ke dinding dan yang masih menempel, itulah yang akan diambil. Singkat kata, Warner Bros. mengadakan “kontes” pencarian naskah terbaik yang kemudian disuntikkan ke dalam film.


3) Dawn of Justice Adalah Wonder Woman




Pemilihan bintang Fast and Furious, Gal Gadot, sebagai Wonder Woman mungkin menuai banyak kritik, utamanya dari fans komik DC. Namun keraguan dan skeptisme ini langsung sirna setelah trailer terbaru Batman v Superman: Dawn of Justice memperlihatkan sekilas aksi keren dari superheroine berjuluk Amazonian Warrior.

Selain Gal, aktris yang turut menjalani audisi untuk peran Wonder Woman adalah Olga Kurylenko dan Elodie Young. Ya, mereka bertiga memang eksotis dan terbilang memenuhi kriteria penampilan fisik Wonder Woman. Namun kenyataannya hanya Gal saja yang mampu membuat para produser terkesima.

Wonder Woman sendiri memegang peranan penting dalam Batman v Superman. Saking pentingnya, sub judul Dawn of Justice sebenarnya merujuk pada Wonder Woman. Hal ini bukan tanpa alasan karena menurut sutradara Zack Snyder, Wonder Woman adalah sosok kunci di balik terbentuknya tim superhero Justice League di DC Extended Universe.


4) Menebus Kegagalan Green Lantern




Sebelum Man of Steel, Warner Bros. sebenarnya sudah berkehendak menciptakan semesta film DC lewat Green Lantern yang dirilis 2011. Namun impian ini harus tertunda setelah Green Lantern tampil mengecewakan dari segi box office maupun respon audiens, walaupun di sisi lain akting Ryan Reynolds mendapat pujian.

Kini dengan diresmikannya DC Extended Universe yang menyertakan film Green Lantern, Warner Bros. memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu. Telah dikonfirmasi reboot film Green Lantern berjudul Green Lantern Corps dan Reynolds takkan kembali berperan.

Green Lantern Corps sendiri merupakan nama pasukan penjaga keamanan lintas galaksi. Konon filmnya nanti mengusung dua karakter Green Lantern utama, yakni Hal Jordan dan Jon Stewart. Dua karakter utama ini tentu melahirkan potensi film tentang aksi duo jagoan dengan kepribadian bertolak belakang yang menghadirkan keseruan tersendiri.

Belum diketahui siapa diantara keduanya yang bergabung dengan Justice League. Kendati film Green Lantern baru tayang lima tahun dari sekarang, namun superhero ini diperkirakan muncul lebih cepat di film Justice League.


5) Villain untuk Justice League Part One dan Part Two




Dua bagian Justice League rencananya akan diproduksi secara beruntun mulai awal 2016, dengan tim yang sama di balik Batman v Superman: Dawn of Justice, yaitu Zack Snyder sebagai sutradara dan Chris Terrio sebagai penulis naskah. Hingga artikel ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi terkait line-up Justice League dan villain untuk filmnya.

Namun jika rumor ini terbukti benar, villain yang diusung Part One adalah Brainiac, alien jenius yang mampu mengendalikan robot dan drone. Jika Brainiac sudah dikalahkan, konon dalam ending Part One Green Lantern yang terluka datang ke bumi untuk memberitahu Batman cs bahwa ancaman yang sesungguhnya adalah Darkseid, salah satu villain terkuat DC. Dari momen itulah Darkseid disiapkan untuk menjadi lawan Justice League di Part Two.

Lantas bagaimana dengan villain Doomsday yang tidak kalah berbahaya? Rumor mengatakan monster Krypton ini akan lahir di Batman v Superman setelah Lex Luthor melakukan eksperimen pada jasad General Zod.


6) DC akan Tampil Beda dari Marvel




Film-film Marvel terkenal dengan humornya serta ceritanya yang bernuansa cerah. Lalu bagaimanakah siasat DC agar tidak disamakan dengan rival terdekatnya? Caranya, film-film DC akan dibuat lebih serius dan realistis dengan cerita yang kelam, tak jauh beda dengan trilogi The Dark Knight karya Christopher Nolan.

Menariknya, Zack Snyder belakangan juga berterima kasih atas kontribusi Nolan memberikan warna yang sangat berbeda dari Marvel lewat triloginya. Karena itu, nuansa serius dan kelam akan terus dijadikan ciri khas DC Extended Universe.


7) Pentingnya Peran Man of Steel di Batman v Superman




Dalam Man of Steel, pertarungan final nan dahsyat antara Superman dan General Zod di Metropolis menuai kontroversi karena kerusakan yang ditumbulkan dinilai berlebihan bagi beberapa pihak. Akibat pertarungan ini, ribuan nyawa manusia melayang disertai dengan banyaknya gedung yang hancur lebur. Namun Zack Snyder ternyata punya alasan tersendiri mengapa pertarungan ini harus sangat destruktif, karena hal itu akan berperan besar di Batman v Superman: Dawn of Justice.

Dalam trailer Batman v Superman, diperlihatkan Bruce Wayne sangat geram ketika melihat gedung miliknya juga ikut hancur akibat aksi Superman melawan Zod. Nah, inilah yang menjadi motif utama Batman menyerang teman seperjuangannya. Dengan demikian, bisa dikatakan Batman v Superman adalah sekuel tak langsung untuk Man of Steel.


8) Ada Trilogi Batman Baru




Kesuksesan besar yang diraih trilogi The Dark Knight membuat Warner Bros. ingin mengulang kesuksesan yang sama lewat aktor pemeran Batman selanjutnya, Ben Affleck. Batman sendiri dipastikan beraksi di empat film hingga 2020, diantaranya Batman v Superman, Suicide Squad dan dua bagian Justice League.

Namun sepak terjang Batman di DC Extended Universe ternyata belum berhenti sampai disitu. Berkat pemutaran awal Batman v Superman mendapat standing ovation dari para eksekutif WB, kontrak Affleck akhirnya diperpanjang hingga 2025 agar ia bisa membintangi trilogi Batman yang kemungkinan juga disutradarainya. Keputusan besar WB menciptakan trilogi ini juga tak lepas dari penampilan memukau Affleck dalam memerankan Batman. Kabar lain juga menyebut Batman adalah penghubung film-film DCEU.

Meskipun trilogi ini belum dikonfirmasi secara resmi, setidaknya ini menjadi pertanda kalau Batman punya masa depan yang cerah


9) Zack Snyder Adalah Arsitek DC Extended Universe




Jika bukan karena sentuhan tangan dingin Kevin Feige, mungkin Marvel Cinematic Universe tidak segemilang ini. Ya, begitulah kiranya gambaran kontribusi Feige. President Marvel Studios merangkap produser inilah yang bertanggung jawab menghadirkan film-film Marvel yang menyenangkan, sekaligus menciptakan benang merah diantara film-filmnya.

Sementara itu, Warner Bros. sempat memercayakan misi besar menciptakan semesta film layar lebarnya kepada Geoff Johns. Namun pada akhirnya, Zack Snyder lah yang benar-benar melaksanakan tugas Johns.

Didampingi Deborah Snyder dan Charles Roven, Zack Snyder bertugas memonitor perkembangan film-film DC agar tetap berada di jalur yang semestinya. Ia juga memegang kendali penuh dari segi kreatif. Bahkan, Snyder kabarnya juga punya sebuah whiteboard khusus untuk menggambarkan timeline, agar film-film DC Extended Universe dapat saling berkesinambungan dengan sempurna dari segi kronologi cerita.


Dalam sebuah wawancara, Snyder menyatakan ia ingin para penulis naskah dan sutradara DCEU memiliki kebebasan kreatif agar bisa membuat film yang mereka mau. Namun ia tetap mengawasinya untuk memastikan mereka tetap berada di jalur yang Snyder bangun di Batman v Superman dan Justice League, sekaligus memastikan cerita yang mereka rangkai sesuai dengan DCEU.




Sumber : KASKUS
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: 9 Fakta DC Extended Universe Rating: 5 Reviewed By: Unknown