728x90 AdSpace

Update
Diberdayakan oleh Blogger.
Selasa, 13 Oktober 2015

10 Bencana alam besar yang Diperkirakan terjadi dalam waktu dekat

10 Bencana Alam Besar Yang Diprediksi Terjadi Dalam Waktu Dekat



Setiap tahun pasti ada badai, tornado, gempa bumi dan bencana alam lainnya yang menimpa bumi ini. Meskipun beberapa daerah yang terkena dampak lebih sering daripada di daerah lain, kebanyakan orang lebih takut kepada cuaca ekstrim. Para ilmuwan telah mempelajarai bencana alam selama berabad-abad. Dan pada abad ke-21 ini banyak ilmuwan memprediksi bencana alam yang lebih besar dan kuat yang terjadi dalam waktu dekat maupun di masa depan. Berikut ini adalah 10 bencana alam, yang telah diprediksi dapat terjadi kapanpun.


1. Kebakaran Hutan, Amerika (2015 - 2050)


Ilmuwan Lingkungan dari Harvard School of Engineering and Applied Sciences (SEAS) memprediksi bahwa pada tahun 2050, Kebakaran Hutan akan terjadi 3 minggu lebih lama, 2 kali lebih berasap, dan akan membakar yang lebih besar per tahun. US Geological Survey dan Dinas Kehutanan Amerika telah mencatat sejak tahun 1999, luas areal yang terbakar di Amerika meningkat 3 kali lipat 2.2 juta menjadi 6.4 juta per tahun.

Apa sih yang menyebabkan peningkatan tersebut ?
Menurut SEAS penyebabnya adalah perubahan iklim secara bertahap, yang telah meningkatkan suhu bumi. Dr Loretta J. Mickley, seorang peneliti di SEAS, menyatakan bahwa suhu akan menjadi penentu terbesar dari kebakaran di masa depan. Lebih panas suhu, maka kemungkinan terjadinya kebakaran menjadi besar. Dinas Kehutanan telah mengkampanyekan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dengan cara membersihkan semak-semak kering dari hutan. Dengan 30.000 - 50.000 Kebakaran hutan per tahun. Amerika bisa menjadi Neraka versi bumi.


2. Letusan Gunung Berapi Baroarbunga, Islandia (2014)




Prediksi ini telah menjadi kenyataan, setelah beberapa minggu sebelum prediksi itu dibuat.
Agustus 2014, BMKG Islandia meningkatkan level resiko letusan Baroarbunga. Peningkatan ini terjadi karena ada ratusan gempa terjadi selama beberapa hari. Para ilmuwan mulai memprediksi apa yang akan terjadi jika Baroarbunga meletus. Beberapa ilmuwan mengatakan es disekitar gunung akan mencair, menyebabkan banjir, lainnya mengatakan bahwa letusan akan membuat celah epanjang 100 meter yang akan memicu Gunung Berapi Torfajokull, yang akan menghancurkan sungai besar yang menjadi sumber pembangkit tenaga listrik tenaga air Islandia.

Pada tanggal 23 Agustus 2014, gunung tersebut mulai meletus dibawah gletser Dyngjujokull. Selama 1 minggu telah terjadi ribuan gempa didekat Baroarbunga dan serkitarnya. Dan pada 31 Agustus giliran Holuhraun yang meletus yang meletus selama 6 bulan, dan berhenti pada 28 Februari 2015. Membentuk sebuah kawah seluas lapangan football. Akhirnya Baroarbunga menghasilkan 1,5 kilometer kubik dan menghasilkan 86 kilometer persegi lapangan lava. Membuat letusan Baroarbunga 2014 menjadi letusan terbesar sejak 1783.


3. Gempa Dahsyat, Chile (2015 - 2065)


Gempa Chile April 2014 telah terjadi gempa berkekuatan 8,5 SR atau lebih.

Pada tanggal 1 April, 2014, gempa berkekuatan 8.2SR terjadi di 97KM di lepas pantai barat laut chile dekat kota Lquique, menyebabkantanah longsor dan tsunami. Gempa ini bisa menyebabkan gempa yang lebih besar dalam waktu dekat, karena lokasi gempa Lquique berasal dari zona subduksi dimana salah satu lempeng, lempeng Nazca berada dibawah lempeng lain, Lempeng Amerika Selatan. Zona subduksi ini adalah bagian dari "Ring of Fire" dimana terdapat 75% dari gunung berapi aktif seluruh dunia, yang menyebabkan aktivitas seismik yang banyak.

Ketika lempeng tektonik bergerak menyebabkan lempeng dibawahnya ikut bergerak itulah yang disebut gempa. Gempa Chile April 2014 adalah gempa "Megathrust" gempa yang sangat dahsyat yang disebabkan pelepasan tekanan dari zona subduksi. Hanya 33% tekanan yang dikeluarkan pada saat itu, sisanya bisa terjadi kapan saja.


4. Gempa "Kembar", Jepang (2017)


Dr. Masaaki Kimura, seorang ahli seismolog dan Profesor geologi dari Universitas Ryukyu, memprediksi bahwa akan terjadi gempa 9.0 SR lain, dimana gempa tersebut mirip dengan gempa Tohoku 2011, yang akan terjadi pada tahun 2017. Pada 11 Maret 2011, Terjadi gempa berkekuatan 9.0 SR, 372 Km di lepas pantai timur laut dari Tokyo yang menimbulkan tsunami setinggi 9 meter. Dr Kimura telah memprediksi gempa Tohoku 2011 empat tahun yang lalu namun, prediksinya ditolak oleh Pacific Science Congress.

Hipotesisnya didasari oleh konsep "Mata Gempa". Mata gempa inilah yang menjadi prediktor terbaik dari mana dan kapan gempa bumi akan terjadi. Mata gempa adalah sebagian dari 4 langkah jangka pendek metode prediksi gempa, yang dijuluki "Metode Kimura". Saat ini satu-satunya motede cara memprediksi gempa, namun belum diujikan dengan baik oleh rekan-rekannya. Prediksi gempa saat ini dibatasi beberapa detik sebelum peringatan gempa. Kimura percaya bahwa gempa baru akan dimulai di kepulauan Izu dengan kekuatan 9.0 SR, yang berpotensi tsunami yang mirip dengan tsunami Tohoku 2011.


5. Erupsi Gunung Fuji (2015-2053)


Ketika gempa Tohoku melanda Jepang, 20 dari 110 gunung berapi aktif di Jepang menunjukkan peningkatan aktivitas seismik. Para ahli percaya bahwa gunung-gunung tersebut bisa meletus kapan saja. Badan Meteorologi Jepang (JMA) memonitor aktivitas seismik dan gunung berapi aktif di Jepang. Dari 110 Gunung berapi di Jepang, 37 dianggap "aktif", yang berarti mereka telah meletus dalam 10.000 tahun terakhir.

Perhitungan terkahir menunjukkan bahwa Jepang memiliki letusan gunung berapi besar setiap 38 tahun. Saat ini, 15 aktivitas vulkanik terjadi setiap tahunnya. Salah satu dari 47 gunung berapi di Jepang, Gunung Fuji, adalah gunung berapi tertinggi di Jepang, setinggi 3.773 meter. Pada bulan Juli 2014, sebuah tim gabungan ilmiah Perancis dan Jepang merilis sebuah laporan bahwa Gunung Fuji adalah salah satu gunung berapi paling besar kemungkinan untuk meletus. Terletak hanya 100 Km dari Tokyo, jika Gunung Fuji meletus, tim tersebut memprediksi akan mengevakuasi 750.000 Orang.


6. Gempa dan Tsunami, Oregon (2015-2065)


Dengan 150 ahli dan OSSPAC (BPBD versi Oregon), memprediksi bahwa gempa bumi berkekuatan 8.0 - 9.0 SR dan tsunami akan terjadi di lepas pantai Oregon dalam 50 tahun ke depan, Pertanyaan besar adalah : Kapan persis terjadi, dan akankah Oregon bersiap-siap ?

Gempa-tsunami Oregon terdapat zona subduksi Cascadia, 1.287 Km di dalam kerak bumi dan 97 Km dari pantai Oregon. Zon subduksi ini dianggap sebagai Zona subduksi paling tenang di dunia, tetapi saat ini zona tersebut menyembuyikan aktivitas seismik terbesar abad ini. Kejadian ini telah diprediksi sejak tahun 2010. OSSPAC menyatakan bahwa gempa dan tsunami tersebut akan membunuh lebih dari 10.000 Orang dan biaya kerugian sebesar US$32 Juta.


7. Naiknya Permukaan Laut (2050 - 2100)


Oktober 2012, Badai Sandy menenggelamkan beberapa kota, karena kekuatannya, Badai tersebut hanya terjadi sekali selama 700 tahun menurut NASA. Meskipun begitu, seiring berjalannya waktu, naiknya permukaan laut bisa menenggelamkan kota besar pada tahun 2050.

Sebuah studi pada tahun 2012, Profesor John Boon dari Virginia Institute of Marine Science menyatakan perubahan signifikan permukaan laut sepanjang pantai timur dari Key West, Florida, ke Newfoundland, Kanada, dimulai sekitar tahun 1987. Studi tersebut menunjukkan bahwa permukaan air laut meningkat 0,3 milimeter per tahun. Penelitian ini bersamaan dengan studi US Geological Survey yang dilakukan oleh para ilmuwan di Florida yang menyatakan bahwa permukaan laut di Pantai Timur meningkat tiga atau empat kali lebih cepat daripada di tempat lain di dunia.

Daerah pesisir di timur laut Amerika yang saat ini dianggap lebih beresiko, karena nilai properti utama dan garis pantai built-up di tempat seperti New York yang bisa tenggelam pada tahun 2050. Diperkirakan pada tahun 2050 permukaan air laut naik sekitar 79 cm. Inilah alasan mengapa mantan walikota New York Michael Bloomberg mengusulkan $20 Miliar untuk membuat sistem banjir pada tahun 2013 sebelum dia berhenti. Namun rencana ini tidak masuk dalam rencana pembangunan.


8. Tsunami Terbesar, Tidak diketahui


Dr. Simon Day dari University College London dan Dr. Steven Ward dari University of California Santa Cruz memprediksi bahwa gunung berapi Cumbre Vieja di Kepulauan Canary akan meletus dan menciptakan tsunami terbesar sepanjang sejarah. Dalam makalah mereka yang ditulis pada tahun 2001, Dr. Day dan Dr. Ward berhipotesis bahwa struktur gunung berapi dari erupsi terkahir, menyebakan sisi kiri dari gunung tersebut menjadi tidak stabil. Jika Cumbre Vieja meletus lagi, sisi kiri tersebut akan longsor yang akan menyebabkan tsunami.

Mereka telah menyimpulkan bahwa gelombang mengerikan akan memiliki kecepatan 800 km/jam, dengan tinggi 100 meter, dan akan mencapai Florida dalam waktu 9 jam, bahkan tsunami ini bisa mencapai tempat terjauh sperti Inggris, Florida, dan Karibia. Ini adalah skenario terburuk.

Tanah longsor sedikit demi sedikit tidak akan menyebabkan tsunami, namun kita harus berjaga-jaga.


9. "Big One", California (2015-2045)


US Geological Survey telah meningkatkan kemungkinan gempa 8,0 SR atau lebih besar akan menimpa California dalam beberapa dekade mendatang. "Big One" mengacu pada gempa bumi yang ditunggu masyarakan California selama bertahun-tahun. UCERF3 memprediksi bawa gempa berkekuatan 6,5-7,0 SR. Jika itu terjadi, kemungkinan besar akan terjadi di patahan San Andreas yang mencakup selatan California sampai Los Angeles. Namun ada banyak spekulasi dari patahan mana gempa akan berasal. Beberapa mengatakan "Big One" berasal dari Hayward Sesar dekat Bay Area dan San Francisco.

Tidak peduli dimana gempa berasal, sebuah skenario krisis realistis yang akan digunakan untuk perencanaan darurat yang dibuat oleh 300 ilmuwan, dengan menggunakan komputer berbasis data historis. Komputer memprediksi bahwa gempa akan menghasilkan gelombang kejut dengan kecepatan 11.600 km/jam, yang akan merusak jalan dan bangunan. Secara keseluruhan, kekhawatiran teresar dalam setiap gempa adalah kebakaran. White House telah memberikan $5 jut untuk tim dari Caltech, UC Berkeley dan University of Washington, yang telah mengembangkan sistem peringatan dini gempa yang memperingatkan 1 menit sebelum gempa terjadi. Saat ini sistem tersebut hanya mampu memprediksi 10 detik sebelum gempa.


10. Badai Matahari (2015-2025)


Bencana alam terbesar yang dapat mempengaruhi bumi dalam waktu dekat ternyata bukan dari planet kita, Melainkan dari Matahari.

Matahari memiliki siklus aktivitas yang berarti bahwa aktivitas matahari bisa menurun atau meningkat, seperti jilatan matahari dan bintik matahari. Aktivitas terbaru terjadi pada bulan Juli 2012, ketika sebuah Coronal Mass Ejection (CME) Melewati orbit Bumi dan mengenai STEREO-A, sebuah stasiun ruang angkasa. CME adalah sebuah letupan sebesar miliar ton kumpulan plasma yang termagnetisasi yang efek nya hampir sama dengan gelombang elektromagnetik pada perangkat elektronik. Badai matahari biasanya berisi jilatan matahari, radiasi UV tingkat tinggi, partikel energik yang merusak komponenpenting dari satelit.



Menurut Pete Riley, seorang ilmuwan dari Predictive Science, Inc. Setelah menganalisis catatan badai matahari 50 tahun terakhir, perhitungan tersebut menyimpulkan bahwa ada kemungkinan 12% badai matahari akan mengenai bumi dalam 10 tahun ke depan. Jika ini terjadi, hal tersebut akan mengganggu radio, GPS, dan komunikasi satelit yang mempunyai jutaan pengguna seluruh dunia. Jaringan listrik pun juga akan terganggu akibat daya lonjakan oleh partikel energik, yang bisa memadamkan seluruh dunia seperti pada tahun 1989.




Sumber : Kaskus
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: 10 Bencana alam besar yang Diperkirakan terjadi dalam waktu dekat Rating: 5 Reviewed By: Unknown